Pernahkah kamu meraba bagian pinggir dompet kulitmu? Coba rasakan. Apakah terasa kasar, berserabut, atau justru licin, keras, dan halus?
Kalau kamu melihat foto-foto detail yang baru saja kami dokumentasikan di meja kerja studio ini, kamu akan melihat tepian yang mengkilap alami. Di dunia kerajinan kulit (leather crafting), proses ini kami sebut dengan istilah Burnishing.
Apa Itu Burnishing?
Sederhananya, burnishing adalah teknik menghaluskan tepian kulit (raw edges) menggunakan gesekan (friksi). Kami tidak menutup pinggiran kulit ini dengan cat tebal (edge paint) yang bisa retak seiring waktu. Sebaliknya, kami menggosoknya—lagi dan lagi.
Dengan bantuan alat penggosok kayu (wood slicker) atau kain kanvas, ditambah sedikit bahan alami seperti air, gum tragacanth, atau lilin lebah, kami menciptakan panas dari gesekan tersebut. Panas inilah yang “memanggang” serat-serat kulit yang tadinya terurai menjadi menyatu, padat, dan terkunci.
Mengapa Ini Penting Buat Kamu?
Mungkin kawan-kawan berpikir, “Ah, itu kan cuma pinggiran, siapa yang peduli?”. Tapi bagi kami di studio, ini krusial. Ada dua alasan utama kenapa kami rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menggosok pinggiran ini:
- Ketahanan (Durability): Kulit asli, terutama jenis Vegetable Tanned yang kami pakai, memiliki serat. Jika tepiannya dibiarkan terbuka, kelembapan dan kotoran mudah masuk merusak struktur kulit. Burnishing menutup pori-pori pinggiran tersebut secara alami. Hasilnya? Dompetmu jauh lebih awet dan tidak mudah ‘berumbai’ (fraying).
- Kenyamanan Sentuh (Tactile Feel): Dompet adalah benda yang setiap hari kamu pegang. Tepian yang di-burnish dengan baik akan terasa nyaman di tangan, tidak tajam, dan mulus saat keluar-masuk saku celana.
Jadi, kilau di pinggiran dompet Keizo itu bukan hasil cat kimia, melainkan hasil keringat dan kesabaran tim kami dalam menggosoknya secara manual. Ini adalah cara kami menghormati material kulit itu sendiri, membiarkannya menua bersama kamu tanpa takut rusak di bagian sisinya.
Semoga cerita dapur kali ini bisa menambah apresiasi teman-teman terhadap benda-benda kecil yang menemani keseharian kita.











